7 Tanda Kamu Sudah Mulai Proses Healing

Dikhianati pasangan itu rasanya…luar biasa sakit banget. I know, saya pernah di posisi itu kok. Sakitnya tuh rasanya nggak akan pernah hilang. Itu pikiran saya 10 tahun lalu.

7 Tanda Sudah Mulai Proses Healing

Dengan waktu, saya akhirnya sadar proses healing itu nggak linear, nggak selalu lurus-lurus aja ala jalan tol. One day ngerasa baik-baik aja, besokannya ambyar lagi. Wajaaar banget kok.

Hari ini saya mau share 7 tanda-tanda kamu sedang berproses untuk menyembuhkan luka batin. Mungkin kamu sudah mengalami salah satu atau semuanya?

1. Kamu nggak lagi reaktif. Alias nggak senggol dikit lalu auto ambyar. Wajar banget kalau di awal-awal reaksi kamu itu fight or flight, itu reaksi normal dari otak untuk melindungi diri. Tapi kalau kamu sudah nggak gampang kepancing itu tandanya kamu sudah bisa lebih mengendalikan diri sendiri. Selamat! Kamu sudah mulai healing.


2. Wajaaaar banget kalau di awal kamu pasti sangat menyalahkan mantan. Biar bagaimana pun, mantan yang selingkuh kan. Saya juga awalnya begitu nyalahin mantan 150%! Tapi disaat saya sudah lebih tenang dan bisa melihat masalahnya dari semua sudut, itu tanda saya sudah mulai proses healing. Remember, it takes two to make a relationship work. Bukan membenarkan perselingkuhan ya! Itu hal yang salah tapi itu adalah ‘akibat’ sesuatu yang bermasalah atau tidak sehat dalam hubungan itu sendiri. Oh ya, saat kamu sadar kamu juga punya peran dalam gagalnya hubunganmu tanpa menyalahkan diri sendiri itu juga tanda kedewasaan berpikir.


3. Kamu nggak kepo lagi. Di awal pasti kamu stalking mode on kan? Ayo ngaku! Saya juga kok. Tapi kalau sudah proses healing, kamu merasa nggak perlu lagi kepo terlalu banyak tentang siapa pasangan baru mantanmu. Kamu juga udah nggak memutar-mutar ulang ‘kenapa dia selingkuh’ di dalam kepala. Udah nggak obsessive lagi. Kamu sudah punya space untuk memikirkan hal-hal lain yang lebih penting.


4. Kamu bisa tidur lebih nyeyak! Ini bener banget lho. Di awal-awal saya juga begadang aja terus sampai berat badan turun drastic. Karena ‘suara-suara’ di dalam kepala justru berisik banget pas malam. Kalau pun tidur selalu aja mimpi buruk. Rasanya selalu capek lahir batin. Nah, kalau kualitas tidur kamu sudah membaik, itu bisa jadi tanda proses healing kamu sedang berjalan atau kamu sedang OTW sembuh ya.


5. Proses healing itu butuh energy besar makanya dulu saat masih berproses saya sering banget ngerasa kehabisan energy, capeeek banget. Dulu rasanya apa yang harus saya kerjakan terpaksa dilakukan dengan ‘auto pilot’ karena sebenarnya dalam hati masih berantakan dan numb. Di saat kita recover dari sakit hati, kita justru mulai punya tenaga lebih. Kita bisa melakukan hal-hal lain yang lebih lagi.

6. Fokus kamu mulai meluas, nggak lagi hanya fokus ke “Kenapa hubungan aku hancur?” atau “Kok dia bisa ninggalin aku?” atau yang lebih parah “dia pasti diguna-guna.” Wajar banget kok kalau di awal-awal kita merasa sebagai korban dan kita memandang semuanya from a lense of a victim. Di saat kamu sudah bisa fokus pada hal-hal lain yang lebih besar tanpa mengecilkan luka yang kamu rasakan, itu tandanya kamu sudah mulai moving forward lho.


7. Kamu mulai memiliki harapan. Hope for the future. Harapan bahwa kamu akan baik-baik saja walaupun jalannya mungkin masih panjang, masih penuh perjuangan tapi paling tidak kamu sudah sadar bahwa apa pun perasaan kamu saat ini, kamu nggak akan selamanya merasa tersakiti atau jadi korban. You are more than a survivor. Kamu pemenang! From survivor to victory! You can do this!

Kalau kamu gimana? Sudah merasakan atau mengalami 7 hal di atas? Atau belum? Nggak papa, jangan terlalu keras sama diri sendiri ya. Remember to be kind to yourself too. Semoga proses healing kamu terus berjalan ya sampai bisa benar-benar pulih.

Peluk erat.

Author: Maureen

Maureen is a Community Builder and Leader. Founder of founder of Single Moms Indonesia Writing, photography, traveling and all creative things are some of her favorite things to do. On a quest of finding joy in everyday life and living life to the fullest with kindness, compassion, grace and a bit of sass.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *